5 Fakta Menarik Desmond Miles Assassin’s Creed, Keturunan Assassin Modern yang Ikonik!

5 Fakta Menarik Desmond Miles Assassin’s Creed, Keturunan Assassin Modern yang Ikonik!
1 Min Read 0 7

5 Fakta Menarik Desmond Miles Assassin's Creed, Keturunan Assassin Modern yang Ikonik! Berita TECH G | LIST Review Tutorial OPINI Video TikTok YouTube Facebook GB Live! Freebies Free Games Giveaway TopupNEW No Result View All Result Android iOS PC PS4 PS5 Switch XBOX One Xbox Series X Genshin Impact GTA GB Live! Berita TECH G | LIST Review Tutorial OPINI Video TikTok YouTube Facebook GB Live! Freebies Free Games Giveaway TopupNEW No Result View All Result No Result View All Result Gamebrott > G | LIST > 5 Fakta Menarik Desmond Miles Assassin’s Creed, Keturunan Assassin Modern yang Ikonik! 5 Fakta Menarik Desmond Miles Assassin’s Creed, Keturunan Assassin Modern yang Ikonik! by Nadia Haudina 22 Februari 2026 in G | LIST Reading Time: 9 mins read A A A A Reset 0 0 SHARES 1 VIEWS Bagikan ke FacebookShare on Twitter Desmond Miles Assassin’s Creed — Franchise Assassin’s Creed telah meluncur lebih dari 19 tahun yang lalu. Diperkenalkan pertama kali di tahun 2007, game Ubisoft tersebut berhasil membawa sesuatu yang fresh dan unik berkat elemen parkour serta gabungan cerita fiksi dan sejarah asli di dalamnya. Kepopuleran gamenya juga turut hadirkan beberapa protagonis ikonik seperti Altair Ibn-La’Ahad, Ezio Auditore de Firenze, keluarga Kenway, hingga Desmond Miles yang berperan penting dalam cerita game. Nah kali ini, Gamebrott bakal bagiin 5 fakta menarik seputar Desmond lewat perannya dalam beberapa seri Assassin’s Creed. Penasaran? Check it out~ Daftar isi Fakta Menarik Desmond Miles1. Latar Belakang2. Keturunan dari Beberapa Assassin Terkenal3. Perannya Sebagai Assassin Jaman Modern4. Akhir Cerita Desmond5. Perannya dalam Beberapa Seri Game Fakta Menarik Desmond Miles Fakta menarik keturunan Assassin ikonik Berikut ini adalah fakta-fakta menarik Desmond Miles dalam game Assassin’s Creed: 1. Latar Belakang Latar belakang Desmond Miles lahir tanggal 13 Maret 1987 di markas rahasia Assassin di Black Hills, bagian barat Rapid City di Amerika Serikat. Dikenal sebagai “The Farm,” markas itu adalah komplek terpencil tanpa jaringan listrik dengan populasi hanya 30 orang saja, dan semuanya hidup dengan nomaden. Selama tumbuh kembang, Desmond dilatih dengan anak-anak lain di Farm di bawah pengawasan Ayahnya, William Miles dengan intens. Saat berulang tahun ke-16, Desmond kabur dari Farm dan berkelana, bertemu seorang wanita dan tanpa sadar menghamilinya hingga melahirkan anak bernama Elijah. Seiring waktu, ia akhirnya mendapat pekerjaan sebagai Bartender di Bad Weather dan memulai kehidupan baru. Namun sayang, Desmond ditemukan dan diculik Abstergo Industries saat mereka diam-diam mendeteksi sidik jarinya ketika mengurus SIM motornya, dan di sini petualangannya menyusuri ingatan para leluhur Assassin dimulai di Assassin’s Creed. 2. Keturunan dari Beberapa Assassin Terkenal Keturunan dari beberapa Assassin Berasal dari keturunan William Miles yang notabene adalah Assassin, Desmond juga mendapat garis keturunan keluarga yang telah bersumpah setia kepada Assassins di masa lalu. Orang-orang tersebut adalah Aquilus (novel Assassin’s Creed: Aquilus), Altair Ibn-La’Ahad (Assassin’s Creed), Ezio Auditore da Firenze (AC 2, Brotherhood, Revelations) Edward Kenway (AC 4 Black Flag), hingga Ratonhnhaké:ton alias Connor (Assassin’s Creed 3). 3. Perannya Sebagai Assassin Jaman Modern Berperan penting dalam dunia Assassin modern Pada bulan September 2012, Desmond diculik oleh Abstergo Industries, perusahaan di bawah naungan Ordo Templar dan dipaksa masuk ke dalam mesin Animus yang berlokasi di Roma untuk menghidupkan kembali memori Kakek moyangnya, Altair Ibn-La’Ahad. Tujuan Abstergo sendiri adalah memperoleh seluruh gambaran map dan lokasi terletaknya “Pieces of Eden” yang tersebar di seluruh dunia. Karena mendapat ancaman, mau tak mau Desmond melakukannya agar dapat bertahan hidup. Setelah berhasil menyelesaikan tugasnya, Desmond melarikan diri dari Abstergo dengan bantuan Lucy Stillman, seorang Assassin yang menyamar di Abstergo dan bergabung dengan Assassin di Italia yang terdiri dari Shaun Hastings, Rebecca Crane, dan ia sendiri. Dengan Animus buatan Rebecca yang telah ditingkatkan, Desmond menelusuri ingatan Ezio untuk mendapat skill baru. Namun, pengetahuan dari memori Ezio membuat ia menemukan lokasi Apple of Eden yang tersembunyi di brankas di bawah Colosseum. Desmond dan rekannya berhasil mendapatkan Apple of Eden. Namun sayang tubuhnya diambil alih Juno, anggota Isu dan dipaksa menusuk Lucy setelah Juno mengungkap kalau Lucy adalah pengkhianat. Singkat cerita, Desmond sadar ia selama ini ditipu oleh Juno, mengetahui perangkat yang ia miliki bisa menyelamatkan dunia, tapi juga membebaskan Juno yang dikurung karena kebenciannya pada umat manusia. Demi menyelamatkan manusia, Desmond akhirnya mengorbankan dirinya, menyatakan keyakinannya bahwa para Assassin akan menemukan cara untuk menghentikan ancaman Juno untuk menguasai dunia. 4. Akhir Cerita Desmond Akhir kisah sang keturunan Assassin Peran Desmond dalam menyelamatkan dunia menjadi salau satu yang ikonik dalam cerita game Assassin’s Creed. Setelah mengorbankan dirinya, sebagian kesadarannya yang masih bertahan diunggah ke Grey, ruang digital yang diciptakan oleh Isu. Telah kehilangan seluruh kehidupan masa lalalunya, Desmond baru dikenal sebagai “The Reader” dan bertugas menganalisa perhitungan waktu dunia guna mencegah kiamat di masa depan yang pasti akan terus terulang. Jenazah Desmond ditemukan Abstergo beberapa jam setelah kematiannya. Mereka mengotopsinya dengan beragam sampel DNA diekstrak, memori genetiknya diunggah, data ponselnya dipulihkan, dan seluruh barang bawaannya disita dalam proses tersebut. Satu tahun lamanya, seluruh memori Desmond dimanfaatkan Abstergo Entertainment, divisi multimedia Abstergo Industries untuk digunakan dalam “Proyek Subjek 17”. Banyak memori Kakek moyangnya dieksplorasi oleh Abstergo Entertainment, termasuk Edward Kenway. Kematian Desmond memberi pengaruh penting dalam peradaban Assassin modern. Pada tahun 2015, anak di luar nikah Desmond, Elijah di usia tuanya menjadi anggota tetap Instruments of the First Will, tapi akhirnya berkhianat dan membantu para Assassin mengeksekusi Juno. Lalu di tahun 2019, Assassin Kiyoshi Takakura di Jepang menjelaskan soal Bleeding Effect pada Ko Risa dan Mari, mengungkap Desmond yang tak sengaja membunuh Lucy adalah salah satu contoh ketika penggunaan Animus secara terus-menerus akan membuat siapapun kehilangan kendali atas tindakan mereka. Kemudian di tahun 2020, Assassin baru Layla Hassan masuk ke dalam Grey lewat komputer Isu yang dikenal sebagai Yggdrasil dan bertemu Desmond dalam wujud “The Reader“, menunjukkannya perhitungan tambahan lewat garis waktu yang belum dikunjungi. Reader memberitahu Layla hanya punya waktu singkat untuk hidup karena radiasi Yggdrasil, dan Layla memilih tinggal di Grey untuk memban

Argentendo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *