Kontroversi Memo Bocor! Bos PlayStation Buka Suara Soal Penutupan Bluepoint

Kontroversi Memo Bocor! Bos PlayStation Buka Suara Soal Penutupan Bluepoint
1 Min Read 0 9

Kontroversi Memo Bocor! Bos PlayStation Buka Suara Soal Penutupan Bluepoint HOME Latest Esports Valorant MLBB PUBG Dota 2 Business dan Tournaments Free Fire League of Legends Wild Rift Call of Duty Turnamen CS:GO All Esports News Games Tech The Best About We Are Ligagame Our Story What We Do Projects Contact HOME Latest Esports Valorant MLBB PUBG Dota 2 Business dan Tournaments Free Fire League of Legends Wild Rift Call of Duty Turnamen CS:GO All Esports News Games Tech The Best About We Are Ligagame Our Story What We Do Projects Contact Games Kontroversi Memo Bocor! Bos PlayStation Buka Suara Soal Penutupan Bluepoint by Justhin YUANFebruary 21, 2026 06:27 AM Share Tweet Share Share Email Share View Comments Kabar penutupan studio Bluepoint Games memicu gelombang reaksi di kalangan gamer global. Di tengah kesuksesan sejumlah judul eksklusif PlayStation, keputusan tersebut dinilai kontras dan memunculkan tanda tanya besar. Kini, memo internal dari CEO PlayStation Studios yang bocor ke publik memberikan gambaran lebih jelas mengenai alasan di balik langkah drastis tersebut. Penutupan Bluepoint Games disebut berkaitan langsung dengan kondisi industri game yang semakin menantang. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh jurnalis Bloomberg, Jason Schreier, sebelum kemudian sebagian isi memo internal tersebut terungkap melalui laporan media lain. Memo Internal Hermen Hulst yang Jadi Sorotan Dalam pesan internal yang dikirimkan kepada jajaran studio, CEO PlayStation Studios, Hermen Hulst, disebut membuka pernyataannya dengan menyoroti berbagai pencapaian besar PlayStation sepanjang 2025. Ia memuji kesuksesan komersial dan kritik dari beberapa judul unggulan, termasuk peluncuran Ghost of Yotei, performa stabil MLB The Show, popularitas Helldivers 2, serta rating tinggi untuk Death Stranding 2: On the Beach. Namun di balik capaian tersebut, Hulst mengakui bahwa perusahaan kini beroperasi dalam lingkungan industri yang semakin sulit. Ia menyinggung kenaikan biaya pengembangan game, perlambatan pertumbuhan industri, perubahan perilaku pemain, hingga tekanan ekonomi global sebagai faktor utama yang membuat model pengembangan saat ini tidak lagi berkelanjutan. Pernyataan tersebut justru memicu kritik karena dianggap kontras: di satu sisi perusahaan membanggakan kesuksesan, di sisi lain menutup studio berbakat. Dari Akuisisi hingga Proyek yang Dibatalkan Sony mengakuisisi Bluepoint pada 2021, setahun setelah kesuksesan remake Demon’s Souls yang mendapat pujian luas sebagai salah satu showcase grafis awal PlayStation 5. Setelah akuisisi, Bluepoint dikabarkan mengembangkan proyek live service. Namun proyek tersebut dibatalkan pada Januari 2025. Dalam satu tahun terakhir, studio tersebut disebut tengah mengevaluasi sejumlah konsep baru untuk diajukan ke kantor pusat sebelum akhirnya diputuskan untuk ditutup. BACA JUGA: Telkomsel x INA AI Luncurkan Paket Sacred Octagon, Edugame Matematika Berbasis AI & GASING Artinya, sejak resmi menjadi bagian dari Sony Interactive Entertainment, Bluepoint belum sempat merilis satu pun game baru di bawah kepemilikan penuh PlayStation. Keputusan ini memicu kritik keras di media sosial. Banyak penggemar menilai penutupan Bluepoint sebagai pemborosan talenta, sementara sebagian lain mengaitkannya dengan strategi agresif Sony dalam mendorong game live service yang dinilai kurang berhasil. Nasib Karyawan Bluepoint Saat terakhir tercatat, Bluepoint memiliki lebih dari 70 karyawan. Dalam memo tersebut, Hulst menyatakan PlayStation akan berupaya mencari posisi baru bagi sebagian staf terdampak di dalam grup perusahaan. Namun tidak dijelaskan secara rinci berapa banyak posisi yang bisa diselamatkan. Fakta di lapangan menunjukkan banyak karyawan telah mengumumkan pencarian kerja baru melalui LinkedIn hanya sehari setelah kabar tersebut mencuat. Beberapa posisi senior seperti art director, concept artist, environment artist, hingga produser terlihat mulai membuka peluang kerja. Situasi ini menandakan bahwa dampak penutupan kemungkinan cukup besar terhadap struktur tim. Tren PHK dan Penutupan Studio di Sony Penutupan Bluepoint bukan kasus tunggal. Sejak 2024, Sony juga telah menutup studio mobile Neon Koi dan pengembang Concord, Firewalk. Selain itu, gelombang pemutusan hubungan kerja terjadi di sejumlah anak perusahaan pengembang game. Langkah-langkah ini mencerminkan volatilitas industri game global yang tengah mengalami penyesuaian besar pasca-boom pandemi. Meski sejumlah game sukses secara komersial, tekanan biaya produksi AAA yang terus meningkat menjadi tantangan utama. Pengembangan satu game kini dapat memakan biaya ratusan juta dolar dengan risiko kegagalan yang tinggi. Industri Game di Persimpangan Jalan Kasus Bluepoint menyoroti dilema besar dalam industri game modern. Di satu sisi, perusahaan dituntut menghasilkan blockbuster berkualitas tinggi. Di sisi lain, risiko finansial dan perubahan pola konsumsi pemain membuat investasi besar semakin berisiko. Pernyataan Hulst mengenai “lingkungan industri yang menantang” mencerminkan realitas bahwa bahkan studio dengan reputasi kuat pun tidak kebal terhadap restrukturisasi. Penutupan Bluepoint dijadwalkan resmi rampung pada Maret 2026. Sementara itu, perhatian kini tertuju pada bagaimana PlayStation akan menyeimbangkan strategi antara game live service dan pengalaman single-player yang selama ini menjadi kekuatan utama mereka. Bagi industri secara keseluruhan, keputusan ini menjadi pengingat bahwa era ekspansi agresif mungkin telah bergeser ke fase konsolidasi dan efisiensi.  Ikuti terus berita GAMES dan Esports dan di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian. Baca selanjutnya: PS6 Mundur ke 2029? Krisis RAM & Ledakan AI Tahan Konsol Generasi Baru? Cek Juga Sony PC Building Simulator 2 View the discussion thread. back to top BERITA REKOMENDASI Super Lengkap! Tier List Streamer Game & Esports Indonesia 2026 dan Prediksi 3 Tahun Kontroversi Memo Bocor! Bos PlayStation Buka Suara Soal Penutupan Bluepoint League of Legends Debut di Esports Nations Cup 2026, Format Antarnegara Pertama! Saudi Arabia Kuasai Penuh EVO, Turnamen Fighting Game Legendaris Resmi di Bawah RTS LIGAGAME ESPORTSThe First Full-Service Esports Agency in Indonesia Ligagame Esports adalah Media & Broadcasting Production Company tertua di Indonesia, dengan platform informasi seputar esports, games, dan live streaming yang bertujuan untuk mengembangkan industri esports Indonesia. ABOUT LIGAGAME We Are Ligagame Our Story Services Projects Contact News Valorant Dota 2 PUBG Mobile Business © 2020 PT Lintas Portal Indonesia. All rights reserved. Follow Ligagame Esports Update terus dengan berita esports dan gaming terbaru! Like us on Facebook Follow us on Youtube Follow us on Instagram Follow us on Twitter Follow us on LinkedIn

Argentendo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *