Review God of War Sons of Sparta – Melihat Masa Muda Kratos Dalam Metroidvania

Review God of War Sons of Sparta – Melihat Masa Muda Kratos Dalam Metroidvania
1 Min Read 0 5

Review God of War Sons of Sparta – Melihat Masa Muda Kratos Dalam Metroidvania | GamerWK Home Berita Mobile Games iOS Android Konsol PlayStation 4 PlayStation 5 Nintendo Switch Xbox One Xbox Series S Xbox Series X PC Opini Wawancara Situs Saudara Wanuxi GamerBraves Gamer Santai Gamer555 Borderlands 4 No Result View All Result Home Berita Mobile Games iOS Android Konsol PlayStation 4 PlayStation 5 Nintendo Switch Xbox One Xbox Series S Xbox Series X PC Opini Wawancara Situs Saudara Wanuxi GamerBraves Gamer Santai Gamer555 Borderlands 4 No Result View All Result No Result View All Result Review God of War Sons of Sparta – Melihat Masa Muda Kratos Dalam Metroidvania by Taufik February 23, 2026 in Konsol, PlayStation 5, Review 0 Jadi ketika God of War Sons of Sparta hadir dengan pendekatan metroidvania 2D, kami cukup penasaran. Simak review selengkapnya! Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram Nama God of War selalu identik dengan aksi brutal, skala epik, dan momen sinematik yang bikin merinding. Jadi ketika God of War Sons of Sparta hadir dengan pendekatan metroidvania 2D yang lebih fokus ke eksplorasi dan progres bertahap, rasanya langsung muncul rasa penasaran sekaligus tanda tanya. Ini bukan God of War yang biasa dikenal, dan sejak awal sudah terasa kalau permainan ini mencoba membawa Kratos ke arah yang cukup berbeda. Sons of Sparta membawa cerita kembali ke masa muda Kratos, sebelum semua tragedi besar membentuk dirinya jadi sosok yang dingin dan penuh amarah. Secara konsep, ini menarik karena memberi sudut pandang baru terhadap karakter yang sudah lama dikenal. Namun pertanyaannya, apakah pendekatan baru ini benar-benar berhasil menghadirkan pengalaman yang sepadan dengan nama besar God of War, atau justru terasa seperti eksperimen yang belum sepenuhnya matang? Simak review kami selengkapnya! Jalan Cerita Kratos Muda Sons of Sparta membawa pemain jauh ke masa muda Kratos, fokus pada masa ketika ia masih menjadi trainee Spartan bersama saudaranya, Deimos. Cerita dibingkai sebagai kisah yang diceritakan Kratos kepada putrinya, Calliope. Pendekatan ini mencoba memanusiakan sosok prajurit legendaris tersebut sebelum tragedi membentuknya menjadi figur kejam yang sudah dikenal para penggemar. Secara konsep, ada potensi emosional yang cukup besar di sini, apalagi bagi pengikut lama seri yang tahu ke mana arah hidup Kratos pada akhirnya. Namun sayangnya, eksekusinya terasa belum sepenuhnya memaksimalkan potensi tersebut. Alur cerita berputar pada perjalanan mencari seorang trainee Spartan yang hilang, yang kemudian membuka benang-benang konflik lebih dalam terkait ancaman mitologi dan hubungan dua bersaudara tersebut. Pengisi suara Kratos versi lebih tua tetap membawa bobot dan nuansa yang familiar berkat T. C. Carson. Namun sebagian besar karakter pendukung terasa agak terlepas dari latar Yunani kuno yang seharusnya kuat. Deimos sendiri terasa lebih menjengkelkan daripada menghangatkan, dan keterlibatannya yang terbatas dalam gameplay membuat kehadirannya terasa lebih simbolis dibanding benar-benar signifikan. Metroidvania dengan Cita Rasa Sparta Pada dasarnya, Sons of Sparta adalah permainan metroidvania klasik yang dibangun di atas eksplorasi, platforming, puzzle ringan, dan pertempuran yang cukup sering. Map yang dihadirkan cukup luas dan saling terhubung, mendorong pemain untuk kembali ke area lama setelah membuka kemampuan baru yang memungkinkan akses ke jalur yang sebelumnya tertutup. Struktur seperti ini akan langsung terasa familiar bagi penggemar genre tersebut, lengkap dengan lompat ganda, serangan proyektil, peningkatan kecepatan, dan mekanik berbasis relic yang membuka dunia sedikit demi sedikit. Alur permainan berjalan mulus dan intuitif, tetapi desainnya jarang memberi kejutan. Setiap peningkatan kemampuan datang hampir tepat saat diperkirakan, dan setiap rintangan baru jelas dirancang untuk kemampuan berikutnya yang akan segera didapat. Secara fungsi, semuanya mudah dipahami, tetapi juga terasa sangat bisa ditebak. Eksplorasi memang memberi rasa puas karena selalu ada sesuatu yang bisa dikumpulkan, tetapi desain levelnya kurang memiliki momen yang benar-benar membekas. Di awal permainan, akan sering ditemui banyak puzzle yang memang belum bisa diselesaikan. Bukan karena ada sesuatu yang terlewat, tetapi karena kemampuan tertentu memang belum terbuka dan baru akan didapat nanti di cerita. Kalau hanya satu atau dua mungkin masih terasa wajar, tetapi jumlahnya cukup banyak sehingga harus dilewati. Game ini jelas mendorong replayability berat. Setelah mendapatkan Skill A, pemain kembali ke area lama. Lalu setelah mendapatkan Skill B, kembali lagi. Bahkan setelah sekitar sepuluh jam bermain, pola ini masih terus terjadi. Bagi penggemar metroidvania mungkin ini menyenangkan, tetapi bagi yang datang karena ingin menikmati cerita ala God of War, pola ini bisa terasa melelahkan. Pertarungan menjadi titik di mana ekspektasi dan kenyataan cukup berbenturan, karena ini memang permainan metroidvania. God of War identik dengan brutalitas berlebihan dan pertempuran sinematik, tetapi di sini pertempuran pada beberapa jam awal terasa repetitif. Mayoritas pertemuan hanya berputar pada serangan tombak, menghindar, dan mengikis musuh secara perlahan. Kemampuan baru dan jurus spesial yang terbuka di bagian lebih jauh memang menambah kedalaman. Parry dan serangan impale mulai terasa memuaskan, ditambah beberapa skill tambahan dari tombak. Sayangnya, proses menuju titik tersebut terasa cukup lama sehingga jam-jam awal justru terasa lambat dibandingkan seru. Pertarungan bos pun mengalami hal serupa. Beberapa makhluk mitologi memang terlihat keren secara visual, tetapi banyak yang hanya memiliki pola gerakan terbatas dan cepat terasa rutin. Ada momen intens, tetapi sedikit yang benar-benar menangkap rasa epik yang biasanya melekat pada seri ini. Progress Gampang, Tingkat Kusulitan Lumayan Soal progres, fokus permainan hampir sepenuhnya ada pada Kratos. Tersedia skill tree yang memungkinkan membuka kemampuan baru dalam berbagai kategori seperti Combat, Parry, Evade, dan lainnya. Sistem ini memberi rasa pertumbuhan bertahap, meskipun peningkatan awal terasa cukup dasar sebelum kemampuan yang lebih berdampak mulai terbuka. Selain kemampuan, progres juga meluas ke perlengkapan. Tombak Kratos hadir dalam beberapa varian dengan skill dan bonus unik masing-masing. Setiap bagian tombak, mulai dari ujung atas, bagian tengah, hingga bawah, bisa ditingkatkan. Hal yang sama berlaku untuk perlengkapan seperti shield dan belt yang bisa dibeli dan di-upgrade seiring berjalannya permainan. Sons of Sparta menyediakan beberapa tingkat kesulitan, dari yang berfokus pada cerita hingga Spartan mode yang jauh lebih menghukum. Bahkan di tingkat kesulitan rendah, tempo pertarungan tetap cukup cepat sehingga butuh perhatian. Di tingkat tinggi, musuh menjadi lebih tangguh dan ruang kesalahan semakin sempit. Tantangan terasa paling baik ketika berasal dari desain musuh dan bahaya lingkungan, b

Argentendo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *