Tak Cuma Mobil, Toyota Kembangkan Game Engine Sendiri Bernama Fluorite

Tak Cuma Mobil, Toyota Kembangkan Game Engine Sendiri Bernama Fluorite
1 Min Read 0 13

Tak Cuma Mobil, Toyota Kembangkan Game Engine Sendiri Bernama Fluorite – Tekno Lewati ke isi utama sprite-hamburger TeknoEntertainmentOtomotifTrenOlahraga sprite-search-solid Cari Cancel sprite-times-solid TeknoEntertainmentOtomotifTrenOlahraga Change Region Mashable Mashable Australia India Italy Middle East Benelux Turkey Southeast Asia Mashable UK World.Mashable.com Tekno Tak Cuma Mobil, Toyota Kembangkan Game Engine Sendiri Bernama Fluorite Toyota Umumkan Fluorite, Game Engine Ringan untuk Sistem Infotainment Mobil Masa Depan. By Junaidi Irwanto   11 Feb. 2026 > Tekno Toyota kembali menunjukkan ambisinya di ranah teknologi digital dengan mengumumkan Fluorite, sebuah game engine khusus otomotif yang dikembangkan secara internal. Pengumuman ini datang dari Toyota Connected North America, unit yang bertanggung jawab atas konektivitas dan pengalaman digital di dalam kendaraan. Fluorite bukan sekadar proyek eksperimental, melainkan fondasi baru untuk membangun antarmuka 3D, visual interaktif, hingga hiburan di layar mobil generasi berikutnya. Berbeda dari game engine konvensional yang dirancang untuk PC atau konsol, Fluorite dibuat dengan pendekatan teknis yang sangat spesifik: berjalan optimal di perangkat embedded otomotif dengan sumber daya terbatas. Arsitektur Fluorite: Dibangun dengan C++ dan Terintegrasi Flutter Dilansir dari gizmochina (09/02/26), secara teknis, Fluorite ditulis menggunakan bahasa C++, pilihan yang masuk akal untuk sistem otomotif karena efisiensi memori dan kontrol performa tingkat rendah. Yang menarik, Toyota mengintegrasikan Fluorite secara langsung dengan Flutter, framework UI lintas platform milik Google. Integrasi ini memungkinkan developer menggunakan bahasa Dart dan API Flutter untuk membangun pengalaman interaktif, termasuk elemen 3D dan mini game, tanpa harus berurusan dengan kompleksitas game engine berat seperti Unity atau Unreal. Dengan kata lain, Fluorite berperan sebagai lapisan rendering dan performa tinggi, sementara Flutter menangani UI dan logika aplikasi. Pendekatan ini membuat proses pengembangan lebih cepat dan konsisten dengan ekosistem aplikasi modern. Optimalisasi Performa untuk Hardware Embedded Otomotif Salah satu fokus utama Fluorite adalah efisiensi performa pada hardware kelas rendah. Sistem infotainment mobil umumnya tidak memiliki GPU atau CPU sekuat smartphone flagship, sehingga engine ini dirancang agar tetap responsif di kondisi tersebut. Fluorite mendukung API grafis Vulkan, yang memungkinkan pemanfaatan akselerasi hardware secara maksimal. Dengan Vulkan, engine dapat berkomunikasi lebih dekat dengan GPU, mengurangi overhead, dan menghasilkan rendering yang stabil meski pada sistem dengan daya terbatas. Toyota mengklaim Fluorite mampu memberikan performa mendekati batas maksimal perangkat, sebuah klaim penting untuk UI 3D real-time di kendaraan. Fitur Developer-Friendly: Hot Reload dan Workflow Berbasis Model 3D Dari sisi pengembang, Fluorite membawa fitur yang cukup jarang ditemukan di engine embedded, salah satunya hot reload. Mirip dengan Flutter, perubahan kode atau aset dapat langsung terlihat hanya dalam beberapa frame, tanpa perlu menunggu proses build panjang. Selain itu, Fluorite mendukung model-based trigger areas, memungkinkan desainer dan artist menentukan area interaksi langsung di software 3D seperti Blender. Artinya, tombol sentuh, area klik, atau gesture dapat ditentukan di level desain visual, bukan hanya lewat kode, mempercepat kolaborasi antara tim teknis dan kreatif. Alasan Toyota Mengembangkan Game Engine Sendiri Toyota mengungkap bahwa proyek Fluorite bermula dari kebutuhan membangun antarmuka 3D untuk kendaraan masa depan. Saat mengevaluasi engine populer seperti Unity, tim menemukan beberapa kendala utama: ukuran engine terlalu besar, konsumsi resource tinggi, serta biaya lisensi yang kurang ideal untuk sistem otomotif jangka panjang. Dengan mengembangkan engine internal, Toyota mendapatkan kontrol penuh atas arsitektur, performa, dan roadmap teknologi, sekaligus menyesuaikannya dengan standar keselamatan dan stabilitas otomotif. Menariknya, Toyota memposisikan Fluorite sebagai engine open-source. Meski fokus utamanya bukan industri game, keputusan ini membuka peluang bagi developer independen, komunitas open-source, hingga penggemar teknologi otomotif untuk bereksperimen. Fluorite berpotensi digunakan untuk simulasi, visualisasi data kendaraan, hingga pengembangan UI eksperimental di luar ekosistem Toyota, menjadikannya kontribusi signifikan bagi dunia embedded graphics dan automotive software. Sumber foto: Toyota Connected North America Topik: Tekno, Gaming, toyota, Teknologi, Game Engine, Infotainment Rekomendasi Untuk Anda Omada by TP-Link Jadi Andalan Jaringan APRICOT 2026 Summit di Jakarta TP-Link Indonesia memperkuat posisinya di industri jaringan dengan menjadi Network Sponsor dalam ajang Asia Pacific Regional Internet Conference on Operational Technologies (APRICOT) 2026 Summit yang berlangsung pada 4–12 Februari 2026 di Hotel Sheraton Gandaria City, Jakarta. Feb 14, 2026 Sony WF-1000XM6 Resmi Meluncur! Suara Makin Jernih & ANC 25% Lebih Kuat Sony WF-1000XM6 resmi hadir dengan audio 32-bit, ANC 25% lebih kuat, dan fitur lengkap seperti LDAC serta 360 Reality Audio. Simak spesifikasi dan harganya di sini. Feb 14, 2026 Cara Menyimpan Playlist Video di YouTube dengan Mudah dan Cepat Cara menyimpan playlist di YouTube dengan mudah dan cepat. Simak panduan lengkap save playlist ke Library, cara melihat dan menghapusnya di 2026. Feb 13, 2026 Garena Boyong Kemeriahan FFNS 2026 Spring ke Palembang, Ini Detail Jadwal dan Kualifikasinya! Kabar gembira bagi seluruh survivors di tanah air karena Garena baru saja memberikan kejutan besar mengenai destinasi akhir dari kompetisi paling bergengsi awal tahun ini. Palembang secara resmi terpilih menjadi saksi bisu pertempuran puncak dalam gelaran Grand Final Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Spring yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang. Feb 13, 2026 Indosat Bongkar Jurus AI Pangkas Biaya Supply Chain hingga 40%! Indosat gelar Indonesia AI Day for Supply Chain dan ungkap strategi AI untuk efisiensi biaya serta operasional logistik. Simak solusi AI dan IoT yang diperkenalkan. Feb 13, 2026 Populer di Mashable Bocoran Harga & Spesifikasi Galaxy S26, Varian Ultra Paling Gahar! Spesifikasi yang beredar kemungkinan besar bukan dokumen resmi. 13 Feb. 2026 Liverpool Pertimbangkan Lepas Mohamed Salah dengan Harga Murah Al Ittihad secara resmi telah memulai negosiasi untuk merekrut Mohamed Salah selama jendela transfer musim panas ini. 13 Feb. 2026 Kratos Kembali! Sony Umumkan Remake Trilogi Klasik God of War untuk Era Modern Makin nggak sabar untuk main game terbaru ini 13 Feb. 2026 Mengenang Kembali Sosok Kurt Cobain yang Isu Kematiannya Kini Jadi Konspirasi Besar Masa lalu dan akhir kelam sang rock star 12 Feb. 2026 iOS 26.3 Resmi Rilis, Ini Daftar Fitur Barunya Fitur Baru iOS 26.3 yang Wajib Diketahui 12 Feb. 2026

Argentendo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *