Review FATAL FRAME II: Crimson Butterflyv REMAKE – Horor Klasik yang Masih Menghantui Setelah Dua Dekade

Review FATAL FRAME II: Crimson Butterflyv REMAKE – Horor Klasik yang Masih Menghantui Setelah Dua Dekade
1 Min Read 0 22

Review FATAL FRAME II: Crimson Butterflyv REMAKE – Horor Klasik yang Masih Menghantui Setelah Dua Dekade | GamerWK Home Berita Mobile Games iOS Android Konsol PlayStation 4 PlayStation 5 Nintendo Switch Xbox One Xbox Series S Xbox Series X PC Opini Wawancara Situs Saudara Wanuxi GamerBraves Gamer Santai Gamer555 Borderlands 4 No Result View All Result Home Berita Mobile Games iOS Android Konsol PlayStation 4 PlayStation 5 Nintendo Switch Xbox One Xbox Series S Xbox Series X PC Opini Wawancara Situs Saudara Wanuxi GamerBraves Gamer Santai Gamer555 Borderlands 4 No Result View All Result No Result View All Result Review FATAL FRAME II: Crimson Butterflyv REMAKE – Horor Klasik yang Masih Menghantui Setelah Dua Dekade by Taufik March 10, 2026 in Konsol, Nintendo Switch 2, PC, PlayStation 5, Review, Xbox Series S, Xbox Series X 0 Dan dari semua game di seri ini, FATAL FRAME II: Crimson Butterfly mungkin adalah luka yang paling dalam. Simak review versi remake ini! Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram Kalau pernah main game horor sendirian tengah malam dengan lampu dimatikan lalu setelah itu malah tidak bisa tidur, kemungkinan besar itu gara-gara seri Fatal Frame. Dan dari semua game di seri ini, FATAL FRAME II: Crimson Butterfly mungkin adalah luka yang paling dalam. Kabar baiknya? Ada versi remake. Luka yang tidak pernah benar-benar sembuh. Banyak pemain mungkin tidak tahu kalau ini sebenarnya sudah kedua kalinya game ini dibuat ulang. Remake pertama rilis pada tahun 2012 di Wii, dan versi terbaru ini banyak membangun fondasinya dari versi tersebut. Pertanyaannya, apa sebenarnya yang membuat game ini sampai pantas dibuat ulang dua kali? Dan apakah versi remake terbaru ini masih mampu berdiri kuat di zaman sekarang? Mari simak review kami selengkapnya! Cerita Tragis di Desa yang Seharusnya Tidak Ada Cerita FATAL FRAME II: Crimson Butterfly REMAKE berfokus pada dua saudara kembar, Mio dan Mayu Amakura, yang suatu malam berjalan ke hutan dekat rumah masa kecil mereka. Tanpa sadar, mereka terseret masuk ke sebuah desa yang seharusnya sudah tidak ada lagi. Desa itu bernama All God’s Village, sebuah tempat yang seolah membeku dalam waktu. Desa ini sudah lama ditinggalkan oleh manusia yang hidup, tetapi jelas masih dihuni oleh sesuatu yang lain. Sejak saat Mio dan Mayu melangkah masuk ke dalamnya, jalan keluar seolah langsung menghilang. Saat Mio mulai menjelajahi desa lebih dalam, sedikit demi sedikit ia mengungkap tragedi yang pernah terjadi di sana. Dahulu para penduduk desa menjalankan ritual kuno bernama Crimson Sacrifice, sebuah ritual di mana salah satu saudara kembar harus mencekik saudara kembarnya sendiri demi menenangkan para dewa dan menjaga kegelapan besar bernama Hellish Abyss tetap tersegel di bawah tanah. Namun ritual itu gagal dilakukan beberapa generasi sebelumnya. Dalam satu malam, seluruh desa ditelan oleh kegelapan tersebut, menyisakan roh-roh penuh dendam dan siklus tragedi yang terus berulang. Yang membuat cerita ini terasa begitu menghancurkan bukan hanya horornya, tetapi hubungan emosional di pusat kisahnya. Mayu perlahan semakin tertarik oleh kekuatan misterius desa tersebut, seolah ada sesuatu yang memanggilnya. Ia mulai menjauh dari Mio, bukan hanya secara fisik tetapi juga secara emosional. Mio akhirnya tidak hanya berjuang untuk bertahan hidup dari roh-roh yang menghantui desa itu, tetapi juga berusaha mempertahankan orang yang paling ia sayangi. Masalahnya, desa itu sendiri seolah mendorong mereka menuju takdir yang sama seperti semua pasangan kembar sebelumnya. Game ini menghadirkan beberapa ending berbeda, dan selama bermain kami berhasil membuka dua di antaranya. Yang menarik, remake ini juga menghadirkan ending baru eksklusif yang tidak pernah ada di versi sebelumnya. Semua ending meninggalkan kesan kuat, tetapi salah satunya benar-benar terasa menghantui bahkan setelah kredit selesai bergulir. Kamera yang Menjadi Senjata Inti gameplay Fatal Frame II Remake masih sama seperti seri aslinya, yaitu menggunakan Camera Obscura, kamera misterius yang bisa melukai roh. Alih-alih melawan hantu dengan senjata biasa, pemain harus mengangkat kamera dan memotret roh-roh tersebut. Besarnya damage tergantung seberapa baik fokus kamera mengunci target. Jika cukup banyak damage berhasil diberikan, maka akan muncul momen bernama Fatal Time, sebuah jendela waktu yang sangat singkat di mana pemain bisa mengambil foto dengan timing sempurna untuk memicu serangan beruntun yang memberikan damage besar dalam waktu singkat. Yang membuat remake ini terasa berbeda adalah kedalaman sistem kamera yang jauh lebih berkembang. Pemain sekarang bisa melakukan zoom untuk memotret roh dari jarak jauh tanpa terdeteksi, atau memperlebar sudut kamera untuk menangkap beberapa target sekaligus dalam satu foto. Fokus kamera juga bisa diatur manual atau menggunakan sistem auto-lock. Pemain yang sabar dan presisi akan mendapatkan damage yang jauh lebih besar. Sistem Filter yang Menambah Strategi Salah satu elemen paling menarik di remake ini adalah sistem filter kamera. Ada empat filter berbeda yang masing-masing memiliki fungsi unik dalam pertarungan maupun eksplorasi. Paraceptual Filter memperluas jarak tembakan dan memungkinkan pemain melihat sisa memori yang tertinggal di lingkungan sekitar, memberikan gambaran masa lalu yang membantu menyusun sejarah tragis desa. Exposure Filter memungkinkan objek yang sudah hilang dari dunia fisik muncul kembali, sekaligus memperlihatkan roh tak kasat mata yang bersembunyi di tempat yang terlihat kosong. Radiant Filter digunakan untuk membuka segel berdarah yang menghalangi akses ke area tertentu. Setiap filter juga memiliki Special Shot sendiri dengan efek unik. Ada yang bisa membuat roh kehilangan penglihatan sementara, ada juga yang mengisi energi untuk melepaskan ledakan damage besar dalam satu tembakan. Keempat filter ini juga memiliki jalur upgrade masing-masing, jadi pemain bisa memilih fokus peningkatan sesuai gaya bermain. Selain itu, film kamera juga berfungsi sebagai amunisi dan tersedia dalam beberapa jenis dengan tingkat kekuatan berbeda. Mengelola stok film dengan baik menjadi bagian penting dari ketegangan permainan, terutama saat menghadapi pertarungan yang sulit. Mekanik Baru yang Memperkuat Hubungan Karakter Remake ini juga memperkenalkan mekanik baru yang sederhana tetapi terasa emosional. Mio sekarang bisa menggenggam tangan Mayu untuk memulihkan HP dan willpower mereka berdua. Ini memang mekanik kecil, tetapi terasa sangat pas dengan inti cerita yang berfokus pada hubungan kedua saudara kembar tersebut. Di sisi pertarungan, roh sekarang juga bisa masuk ke kondisi Aggravated, di mana mereka menjadi lebih agresif, memulihkan kesehatan lebih cepat, dan menyerang lebih sering. Untuk mengalahkan roh dalam kondisi ini dibutuhkan fokus dan timing yang jauh lebih baik. Dengan keterlibatan Team Ninja dalam remake ini, pengaruh mereka terasa pada sisi aksi permainan. Walaupun tidak seintens game seperti Ninja G

Argentendo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *